Pusat Sumber Belajar

Pelajaran Olah Raga:

Cara menentukan Pemenang pada Kompetisi atau ½ kompetisi.

Penentuan pemenang / Juara dalam suatu ivent pertandingan selalu dilakukan diakhir pertandingan keseluruhan selesai. Pada setiap cabang olahraga berbeda-beda cara menentukan Juaranya. Tetapi pada dasarnya semua cabang olahraga permainan hampir sama. Sebelum menentukan pemenang kita harus persiapkan dahulu bagan pertandingannya.

Contoh Bagan pertandingan kompetisi penuh 5 peserta.

Tim

A

B

C

D

E

A

2-5

B

C

7-6

D

E

Ada dua bagian yaitu diatas yang “di blok” dan dibawah yang “di blok”. Jika pertandingan dilakukan kompetisi penuh maka yang atas untuk putaran 1 dan yang bawah untuk putaran ke 2. Pada dasarnya ada 2 hasil pertandingan pada tim yang sama berarti pertandingan tersebut kompetisi penuh. Pembacaan hasil pertandingan  pada angka pertama untuk tim yg tertulis di baris dan angka ke dua untuk tim yang tertulis pada colom. Dari contoh di atas dapat dibaca tim A memasukan 2 dan tim B memasukan 5.

Pada akhir keseluruhan pertandingan dalam suatu ivent bagan pertandingan tersebut harus terisi hasil pertandingan semua. Bagaimana cara menentukan pemenang pada akhir kompetisi? Kita harus melakukan penghitungan menang dan kalah atau seri , memasukan dan kemasukan, serta nilai akhir yang menentukan kemenangan. Untuk memudahkan diperlukan tambahan colom perhitungan menang kalah, Kolom memasukan dan kemasukan serta nilai. Lihat gambar dibawah ini .

TIM

A B C D E

Perhitungan

Jumlah

Nilai

Juara

Menang

Kalah

Seri

Memasukan

kemasukan

A

B

C

D

E

Kolom perhitungan menang dan kalah diturus/ ditalis dari hasil pertandingan setiap timnya. Kemudian jumlah memasukan dan kemasukan dituliskan setiap pertandingannya. Kemudian kolom nilai yang sangat menentukan juara dala iven tersebut. Penentuan nilai ini tergantug dari cabang olahraganya misalnya sepak bola menang nilai 3 seri nilai 1 dan kalah nilai 0. Bola basket menang nilai 2 kalah nilai 1 dan wo nilai 0. Untuk bola voli dan bulutangkis masih ada perhitungan babak yang dimainkan.

Bagaimana bila pada akhir penentuan juara ada 2 atau 3 nilai yang sama? Untuk menentukan juara tersebut kembali kita harus memperhatikan cabang olahraganya.

  • Sepak Bola. Bila terjadi 2 atau 3 tim yang nilainya sama maka dilihat selisih golnya memasukan dan kemasukan dari keseluruhan permainan, jika masih ada selisih yang sama maka dilihat dari tim selisih gol dari tim yang nilainya sama. Dengan catatan semakin tinggi selisih gol + nya  itu yang menjadi pemenang
  • Bola basket.
  1. Bila terjadi 2 tim yang sama nilainya maka dilihat hasil memasukan dibagi kemasukan dari pertandingan2 tim tersebut bila kompetisi penuh. Jika ½ kompetisi lihat hasil pertandingannya.
  2. Bila terjadi 3 tim atau lebih yang sama nilainya maka dilihat hasil memasukan dibagi kemasukan dari pertandingan tim yang nilainya sama tersebut. Jika masih sama dilihat hasil memasukan dibagi kemasukan dari keseluruhan pertandingan. Jika masih ada 2 yang nilainya sama lihat poin 1. ( catatan: hasil pembagian yang tinggi itu menjadi pemenangnya/ juara )
  • Bola Voli dan Bulu tangkis sama seperti bola basket tetapi kita harus melihat babak yang di mainkan. Semakin sedikit babak yang dimainkan dan meraih kemenangna maka tim tersebut semakin kuat.

Latihan

“Perlu ketelitian dan ketekunan dalam mengerjakan soal ini”

Dari hasil pertandingan bolabasket didapat data sebagai berikut:

NO

NAMA SEKOLAH

HASIL PERTANDINGAN

1

RAIBOW VS START

57

-

51

2

YUSO VS VIRUS

54

-

52

3

START VS FORTIUS

55

-

52

4

VIRUS VS ALTIUS

53

-

56

5

FORTIUS VS RAIBOW

53

-

51

6

ALTIUS VS YUSO

55

-

56

7

RAIBOW VS ALTIUS

50

-

53

8

VIRUS VS FORTIUS

52

-

51

9

ALTIUS VS START

49

-

58

10

YUSO VS FORTIUS

45

-

42

11

YUSO VS START

56

-

53

12

ALTIUS VS FORTIUS

44

-

45

13

RAIBOW VS YUSO

49

-

47

14

START VS VIRUS

55

-

56

15

RAIBOW VS VIRUS

50

-

52

Tentukan Juara  I – IV ( SELAMAT MENCOBA )

Latihan 2

Dalam suatu ivent terdaftar 29 peserta akan dipertandingkan ½ kompetisi yang dibagi menjadi 5 group. Dari Juara I dan II masing- masing Group dipertandingkan sistim gugur murni.

Berapa jumlah pertandingan seluruhnya?

Buat bagan pertandingan sistem gugurnya.

29 peserta

A       B      C       D        E

5        6      6       6        6

½ X 6 (6-1) = 15 x 4 = 60

½ x 5 (5 – 1 ) =10

Sistim Gugur 2X 5 = 10 peserta

Gugur Murni N- 1 = 10-1 = 9

Jumlah pertandingan seluruhnya = 60 +10 + 9 =7

TIM

8

3

M

1

4

2

Perhitungan

Jumlah

Nilai

G AV

Juara

Menang

Kalah

Memasukan

kemasukan

8

68-62

60-58

61-63

62-64

61-64

II

III

68,62,61

62,64,64

7

1,005

3

64-67

66-67

66-63

70-67

II

III

62,66,70

68,63,67

7

1

M

65-63

56-53

67-66

IIIII

10

I

1

63-62

64-67

III

II

8

II

4

56-55

II

III

64,63,56

62,66,55

7

1

2

II

III

64,67,55

61,70,56

7

0,994

 

 

NO

NAMA SEKOLAH

HASIL PERTANDINGAN

1

RAIBOW VS START

57

-

51

2

YUSO VS VIRUS

54

-

52

3

START VS FORTIUS

55

-

52

4

VIRUS VS ALTIUS

53

-

56

5

FORTIUS VS RAIBOW

53

-

51

6

ALTIUS VS YUSO

55

-

56

7

RAIBOW VS ALTIUS

50

-

53

8

VIRUS VS FORTIUS

52

-

51

9

ALTIUS VS START

49

-

58

10

YUSO VS FORTIUS

45

-

42

11

YUSO VS START

56

-

53

12

ALTIUS VS FORTIUS

44

-

45

13

RAIBOW VS YUSO

49

-

47

14

START VS VIRUS

55

-

56

15

RAIBOW VS VIRUS

50

-

52

 

TIM

R

S

Y

V

F

A

Perhitungan

Jumlah

Nilai

G AV

Juara

Menang

Kalah

Memasukan

kemasukan

R

57-51

49-47

50-52

51-53

50-53

II

III

57,51,50

51,53,53

7

S

53-56

55-56

55-52

58-49

II

III

51,55,58

57,52,49

7

III

Y

54-52

45-42

56-55

IIII

I

9

I

V

52-51

53-56

III

II

8

II

F

45-44

II

III

53,52,45

51,55,44

7

IV

A

II

III

53,49,44

50,58,45

7